Pengalaman mengikuti invitasi Accor Premiere Vacation Club
March 10, 2008 by sumardika
Berikut pengalaman menarik saya (dan istri) mengikuti ‘interview’ dengan sales Accor Private Vacation Club (APVC) Asia di Novotel Nusa Dua. Konon katanya ini adalah model marketing untuk perekrutan anggota klub hiburan. Undangan disebar di mal-mal, kemudian yang berminat harus booking waktu. Terus terang saya sama sekali tidak ada ide akan seperti apa wawancara ini sampai salesnya bilang di akhir wawancara dia hanya memerlukan jawaban ‘Yes’ or No to join the club!
Dalam interview yang berlangsung kurang lebih 1 1/2 jam (plus nonton video dan kunjungan ke show unit apartemen), kita akan diminta info tentang pekerjaan dan kebiasaan liburan misalnya berapa lama liburan selama setahun, siapa saja yang diajak (sendiri, suami-istri, atau dengan anak-anak). Berapa rata-rata biaya penginapan semalam. Dari sini sales akan menyimpulkan biaya untuk berlibur selama 30 tahun ke depan sebesar x ratus juta. Kenapa 30 tahun? Karena keanggotaan APVC ini berlaku selama 30 tahun (sampai 2037).
Sales menjelaskan panjang lebar benefit apa saja yang kita dapat sebagai anggota APVC seperti kemudahan dalam melakukan reservasi hotel (di segenap jaringan Accor baik yang di Asia maupun di belahan dunia yang lain) di setiap musim (low, mid, peak sesaon). Diskon untuk fasilitas tambahan seperti SPA, Gym dan lain-lain. O ya yang tak kalah menarik adalah adanya kesempatan berlibur dengan kapal pesiar (cruise). Sampai sejauh ini it sounds so interesting.
The best part is..untuk menikmati fasilitas itu semua kita ditawari untuk menjadi anggota APVC dengan keanggotaan platinum (5000 poin) dengan biaya total US$1599 plus yearly maintenance fee sekitar US$400. Biaya tersebut bisa diangsur dengan membayar uang muka 20% dan sisanya dicicil selama 2 atau 3 tahun sesuai dengan kemampuan.
Menariknya adalah sepertinya para sales ini dilatih untuk tidak menerima jawaban ‘No’. Waktu kita bilang mungkin kita akan ikut lagi diinvitasi yang lain, mereka bilang kecil kesempatan untuk diundang kembali karena nama kita sudah dicatat di database mereka dan masik ribuan undangan yang menunggu kesempatan untuk diwawancara. ok. Waktu kita bilang mau coba cek dulu di internet untuk membandingkan dengan klub hiburan yang lain, dia bilang It’s impossible karena semua klub hiburan menggunakan model marketing dalam bentuk invitasi dan interview. Masak iya sih..??
Lucunya, sang sales supervisor sempat marah-marah ke salesnya karena kurang proper menangani kita ( di depan kita). Aduh kasian banget si sales ya.
Well, kita sih terima kasih banget sudah dapet info apa itu yang namanya klub hiburan. Kita juga cukup mengerti kalau sales itu targetnya mencari anggota sebanyak-banyaknya. Tapi ya jangan marah2 (baca: emosional) kalau belum berhasil apalagi dengan nada yang meng-underestimate calon anggota.




