Archive for the ‘Grundels’ Category
Berkunjung ke Perpustakaan Daerah Bali
Sabtu pagi itu saya mengajak anak2 berkunjung (untuk pertama kalinya) ke Perpustakaan Daerah Bali. Perpustakaan ini dilengkapi dengan ruangan membaca khusus untuk anak-anak yang cukup luas. Ruangannya beralaskan karpet dan berpendingin udara. Sangat nyaman untuk membaca. Namun sepertinya koleksi buku dan majalahnya kurang uptodate (atau mungkin juga disimpan di tempat lain..maklum ini adalah kunjungan pertama). Pagi itu praktis hanya kami bertiga dan 1 orang petugas yang ‘menguasai’ ruangan itu. Sampai siang hanya ada tambahan satu orang ibu yang berkunjung. Kalau hari Sabtu saja sepi pengunjung bagaimana dengan hari-hari yang lainnya?
Di bagian umum tampak jajaran buku yang cukup banyak. Di ruangan ini juga ada komputer yang dilengkapi dengan aplikasi yang bisa digunakan untuk melakukan pencarian buku. Di ruangan ini lebih banyak yang membaca dibanding dengan ruangan baca anak-anak. Tapi jumlahnya tidak lebih dari 20 orang. Saya sempat longok ke ruangan baca referensi yang terletak persis di depan ruang baca umum. Tidak ada orang sama sekali.
Siang itu kami putuskan untuk mendaftar menjadi anggota perpustakaan. Untuk menjadi anggota anda cukup membayar 10 ribu rupiah dan mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkan pas foto 2×3 sebanyak 4 buah (pas foto bisa menyusul).
Dalam perjalanan pulang saya berpikir kenapa fasilitas seperti perpustakaan ini tidak bisa mentereng seperti deretan toko-toko di seberang jalan dan pengunjungnya juga bisa sebanyak toko-toko itu. Dengan kondisi harga buku yang bagi sebagian masyarakat belum terjangkau seharusnya perpustakaan bisa menjadi alternatif dengan menyediakan buku-buku yang berkualitas dan gratis (bisa dipinjam) .Namun sepertinya kesempatan ini belum digunakan secara optimal.
Tidak Bisa Berlangganan ‘National Geographic’ dari Indonesia?
Telah beberapa kali saya mendapatkan undangan via email untuk berlangganan majalah National Geographic. Sebelumnya saya memang pernah berlangganan tapi sudah berhenti sejak 2-3 tahun yang lalu. Tahun ini saya berniat untuk mulai aktif berlangganan lagi. Mengikuti link yang diberikan saya sampai ke halaman registrasi. Pada waktu mengisi kolom ‘country’ ternyata ‘Indonesia’ tidak ada ada. Biasanya muncul setelah India. Ngga apa-apalah karena di bawahnya ada link ke halaman lain kalau country/negara tidak ada dalam list.
Ternyata pada halaman yang berikutnya, Indonesia juga tidak ada dalam list country/negara ??
Hmmm, ada apa yach? Apakah ini berarti National Geographic sudah tidak bisa dibeli lagi dari Indonesia? Kalau iya, kenapa?
Promosi Canon EOS 500D Yang Membingungkan
Pada harian Kompas edisi Minggu, 6 September 2009 ada iklan promosi kamera Canon EOS 500D. Untuk daerah Bali ada 2 nomor telpon yang bisa dihubungi yaitu Prodigital di 7923080 dan Sinar Foto 222850. Segera saya coba hubungi kedua nomor itu untuk informasi lebih lanjut. Ketika saya hubungi nomor Sinar foto tidak ada yang menjawab. Ok. Saya pikir karena ini hari minggu sore mungkin tokonya sudah tutup. Lalu saya coba hubungi nomor telpon yang satunya. Kali ini saya mendapat jawaban mailbox Telkok flexi. Kemudian saya coba hubungi 108 untuk menanyakan nomor telpon toko Sinar Foto karena setahu saya mereka tetap buka di hari minggu. Saya berhasil menghubungi toko Sinar Foto (tetapi di nomor yang di atas). Kata petugas yang jaga, tidak ada promosi Canon EOS di Sinar. Owh….
Karena penasaran, hari ini saya coba lagi menghubungi 2 nomor di atas. Nomor 222850 masih tidak ada yang menjawab (ada suara seperti mesin fax) dan yang Prodigital masih mailbox.
Beberapa waktu lalu sempat juga ada kejadian yang mirip seperti ini tapi yang dipromosikan waktu itu adalah HP. Waktu itu malah kita sudah datang ke tokonya sambil membawa guntingan koran, tetapi pelayan toko bersikeras bahwa tidak ada promo seperti yang diiklankan di koran. Nah lho….
Kecele dengan Perubahan Paket Indovision
Karena antusias untuk mencoba channel-channel baru yang ditawarkan Indovision saya pun bergegas untuk mengubah paket langganan ke paket Galaxy. Saat ini hanya ada 2 pilihan paket yaitu paket Galaxy dan paket Venus dan ada penambahan paket a ala carte untuk movies, sport, NHK. Mungkin karena banyak yang ingin mengubah paket sangat susah untuk tersambung ke call center. Akhirnya setelah usaha yang kesekian kali saya berhasil berbicara dengan customer service dan dijanjikan untuk perubahan paket dalam 1×24 jam. Selama transisi ini, berapa lama persisnya saya kurang tahu kami tidak bisa menerima tayangan dari semua channel. Baru keesokan harinya baru tayangan normal kembali. Saya agak kecewa karena channel2 baru seperti yang tertera di website tidak muncul. OK-lah, mungkin karena ini paket baru masih memerlukan waktu untuk mengaktifkannya. Tetapi setelah 2 hari tetap tidak ada perubahan juga. Dan sialnya channel berita CNN tidak ada. Seingat saya, CNN dan BBC termasuk di paket Galaxy ??
Hari ini saya kontak lagi Indovision dan berhasil berbicara dengan CS. Dari keterangan CS, ternyata untuk CNN, BBC dan CNBC sekarang masuk paket a la carte dengan biaya 15.000 per bulan?. Waduh kenapa informasi ini ngga ada di webnya Indovision ya? Yang kedua, ternyata channel2 yang baru belum berhasil diaktifkan.
Hhmmmm..mudah-mudahan Indovision bisa lebih transaparan dan memberikan pelayanan yang lebih bagus ke pelanggan. Jadi sampai hari ini kami belum merasakan ‘dahsyatnya’ channel2 unggulan dunia yang dijanjikan Indovision.
Hati-hati Penipuan Via SMS
Kemarin saya mendapat SMS dari nomor +623160946278 yang isinya sbb:
Pelanggan Yth: Anda mdpt uang tunai Rp. 25jt dari TELKOMSELpoin. Pin Anda:02547. Hub Call Center : 0899-3333442 0899-3333441. Pengirim +777
Saya curiga ini pasti SMS penipuan yang sering diberitakan media. Saya coba call nomor si pengirim maupun nomor “call center”nya. Semua nomor tidak bisa dihubungi !!
Herannya oknum-oknum ini dapat nomor hp saya darimana ya? Apa ada sindikat yang memperjualbelikan data-data handphone ini? Makin canggih saja modus penipuan jaman sekarang.
Trotoar
Suatu hari sopir yang biasa antar jemput berhalangan. Bisa saja saya panggil taksi atau ojek untuk mengantar saya ke rumah. Tapi kali ini saya putuskan untuk jalan kaki saja. Hitung-hitung sambil berolahraga. Sepintas trotoar yang saya lewati tampaknya kurang terawat. Di sana sini ada lubang yang cukup membahayakan.Kalau anda kurang awas anda bisa terjerembab. Sesekali saya harus turun ke jalan karena badan jalan dipakai untuk jualan. Ada dagang VCD/DVD bajakan. Ada tukang jual pulsa dan jualan yang lain-lain. Tidak ada yang melarang karena toh sedikit sekali yang memanfaatkan trotoar ini. Setelah berjalan kurang lebih 15 menit hampir tidak ada orang yang berpapasan dengan saya atau orang yang berjalan seiring dengan saya. Sepertinya jalan kaki sudah bukan moda transportasi lagi
Ada juga inisiatif Pemkot Denpasar membangun kawasan ‘pedestrian’ dengan jalan memasang sejenis paving blok di beberapa ruas jalan seperi di sekitar lapangan Puputan. Mungkin maksud awalnya kawasan ini diciptakan khusus untuk pejalan kaki sesuai dengan definisi pedestrian (a person who travels by foot). Kenyataannya, mobil dan motor tetap bebas lalu lalang di kawasan ini.
Sementara itu cerita ini saya akhiri sampai di sini karena ada teman yang mengklakson saya dan dengan baik hati mau mengantarkan saya sampai ke rumah.
Trouble Kartu Halo
Ceritanya berawal dari migrasi kartu Halo saya dari personal ke corporate karena ada kebijakan baru dari perusahaan (phone allowance). Untuk ini saya menghentikan pembayaran melalui debet kartu kredit. Masalah muncul karena kebiasaan lewat debet, saya lupa membayar sisa tagihan (sebelum diberlakukannya pembayaran via kantor). Kejadian deh….kartu Halo saya diblok
. Seumur-umur baru kali ini kartu diblok. Kenapa ngga ada sms atau pemberitahuan sebelumnya ya supaya kita melunasi pembayaran??
Repotnya untuk melakukan pembayaran harus datang ke Grapari. Tidak bisa lewat ATM atau klikbca ?? Ok, setelah lunas pembayaran masalah baru muncul. Handphone hanya bisa dipakai untuk melakukan panggilan dan meneriman panggilan. MMS dan data paket (Flash) tidak bisa. Bisanya setelah 2 atau 3 hari dari pelunasan. Itu pun setelah saya bolak-balik nelpon ke call centre.
Lucunya, sebulan berikutnya kartu Halo saya kembali diblok
. Saya bingung ada apa lagi. Saya cek lagi ke call centre. Problemnya sama. Dari total tagihan 300 rb-an, baru ada pembayaran sekitar 100 rb. Jadi masih ada tunggakan sebesar 200 rb. Setelah di konfirmasi ke kantor, ternyata bagian finance belum melakukan pembayaran sama sekali. Loh?? Pembayaran 100 rb itu datangnya darimana?? Karena penasaran saya telpon balik ke call centre untuk menanyakan asal-usul pembayaran 100 rb itu? Setelah menunggu kurang lebih 5 menit sambil ditemani background music dari nsp saya putuskan untuk memutuskan panggilan. Kemanakah gerangan si mba call centre?? kenapa saya dipaksa mendengarkan jingle dan cuplikan nsp ??
Masih penasaran. Saya coba cek total tagihan dari klikbca. Eh..tagihannya malah sekitar 600 rb-an (include tagihan bulan sebelumnya).Ada apa dengan billing system telkomsel?
Akhirnya dengan bantuan pihak HR kantor, kartu Halo saya bisa aktif lagi (setelah diblok 2 hari). But, MMS dan Flash belum aktif. Kali ini saya akan diamkan. Ingin tahu saja…kira2 perlu berapa hari untuk mengaktifkan MMS dan flash? Coba tebak.
Top TV
Ketika pulang ke Singaraja, saya baru tahu ada TV berlangganan baru dengan nama Top TV. Kota Singaraja adalah kota yang ‘kurang beruntung’ karena sangat susah menangkap siaran terestrial yang pemancarnya semua berlokasi di Denpasar. Letak geografis di balik gunung/perbukitan yang menyebabkan daerah ini menjadi blank spot. Untuk menangkap siaran TV dengan baik harus menggunakan antena parabola. Dulu, sekitar tahun 1990-an, hampir semua siaran gratis. Ada CNN, TV 5 Perancis dan lain-lain. Kemudian datang Indovision dan siaran-siaran tadi tidak dapat dinikmati lagi. Tayangan dari TV lokal seperti RCTI, Metro, SCTV dan lain-lain masih bisa dinikmati tetapi sialnya siaran-siaran olahraga seperti sepak bola banyak yang diacak (scramble).
Sebenarnya kehadiran Indovision atau Astro cukup membantu dan dapat diakomodasi oleh kalangan menengah ke atas. Dan kini dengan hadirnya Top TV, dengan biaya bulanan 85 ribu (info dari googling) kemungkinan akan terjangkau oleh lapisan menengah ke bawah.
Saya masih mencoba menggali lebih jauh tentang Top TV ini, tapi sejauh ini belum ada situs resmi yang memberikan informasi akurat baik tentang cara berlangganan maupun program-program yang ditawarkan. Mungkin ada yang bisa memberi info atau malah sudah berlangganan?
Related:
BBM Langka
Sudah beberapa hari ini BBM langka di Denpasar. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh pedagang bensin eceran di pinggir-pinggir jalan dengan menaikkan harga jadi 10.000 per liter!.
Kejadian serupa terjadi pada saat menjelang Hari Raya Nyepi bulan Maret lalu. Menurut petugas SPBU akhir-akhir ini memang jatah Pertamina dikurangi menjadi setengahnya. Bisa jadi ini memang strategi Pertamina untuk melakukan penghematan di tengah harga minyak dunia yang cenderung naik. Desas-desus tentang penggunaan kartu kendali juga masih belum jelas juntrungannya.
Hikmahnya mungkin sudah saatnya untuk benar-benar hemat alias pemakaian mobil dikurangi dan ayo naik sepeda
Pengalaman mengikuti invitasi Accor Premiere Vacation Club
Berikut pengalaman menarik saya (dan istri) mengikuti ‘interview’ dengan sales Accor Private Vacation Club (APVC) Asia di Novotel Nusa Dua. Konon katanya ini adalah model marketing untuk perekrutan anggota klub hiburan. Undangan disebar di mal-mal, kemudian yang berminat harus booking waktu. Terus terang saya sama sekali tidak ada ide akan seperti apa wawancara ini sampai salesnya bilang di akhir wawancara dia hanya memerlukan jawaban ‘Yes’ or No to join the club!
Dalam interview yang berlangsung kurang lebih 1 1/2 jam (plus nonton video dan kunjungan ke show unit apartemen), kita akan diminta info tentang pekerjaan dan kebiasaan liburan misalnya berapa lama liburan selama setahun, siapa saja yang diajak (sendiri, suami-istri, atau dengan anak-anak). Berapa rata-rata biaya penginapan semalam. Dari sini sales akan menyimpulkan biaya untuk berlibur selama 30 tahun ke depan sebesar x ratus juta. Kenapa 30 tahun? Karena keanggotaan APVC ini berlaku selama 30 tahun (sampai 2037).
Sales menjelaskan panjang lebar benefit apa saja yang kita dapat sebagai anggota APVC seperti kemudahan dalam melakukan reservasi hotel (di segenap jaringan Accor baik yang di Asia maupun di belahan dunia yang lain) di setiap musim (low, mid, peak sesaon). Diskon untuk fasilitas tambahan seperti SPA, Gym dan lain-lain. O ya yang tak kalah menarik adalah adanya kesempatan berlibur dengan kapal pesiar (cruise). Sampai sejauh ini it sounds so interesting.
The best part is..untuk menikmati fasilitas itu semua kita ditawari untuk menjadi anggota APVC dengan keanggotaan platinum (5000 poin) dengan biaya total US$1599 plus yearly maintenance fee sekitar US$400. Biaya tersebut bisa diangsur dengan membayar uang muka 20% dan sisanya dicicil selama 2 atau 3 tahun sesuai dengan kemampuan.
Menariknya adalah sepertinya para sales ini dilatih untuk tidak menerima jawaban ‘No’. Waktu kita bilang mungkin kita akan ikut lagi diinvitasi yang lain, mereka bilang kecil kesempatan untuk diundang kembali karena nama kita sudah dicatat di database mereka dan masik ribuan undangan yang menunggu kesempatan untuk diwawancara. ok. Waktu kita bilang mau coba cek dulu di internet untuk membandingkan dengan klub hiburan yang lain, dia bilang It’s impossible karena semua klub hiburan menggunakan model marketing dalam bentuk invitasi dan interview. Masak iya sih..??
Lucunya, sang sales supervisor sempat marah-marah ke salesnya karena kurang proper menangani kita ( di depan kita). Aduh kasian banget si sales ya.
Well, kita sih terima kasih banget sudah dapet info apa itu yang namanya klub hiburan. Kita juga cukup mengerti kalau sales itu targetnya mencari anggota sebanyak-banyaknya. Tapi ya jangan marah2 (baca: emosional) kalau belum berhasil apalagi dengan nada yang meng-underestimate calon anggota.


